Semua surah

الفاتحة

1. Al-Fatihah

Pembukaan · Makkiyah · 7 ayat · Juz 1

Pengaturan bacaan

Tampilan

Mushaf
Panduan warna tajwid

Ketuk nama kelompok untuk menampilkan atau menyembunyikan warnanya.

  • Izhar Halqi Nun sukun/tanwin bertemu huruf tenggorokan ء ه ع ح غ خ, dibaca jelas tanpa dengung.
  • Idgham Bighunnah Nun sukun/tanwin bertemu ي ن م و di kata berikutnya, dilebur dengan dengung 2 harakat.
  • Idgham Bilaghunnah Nun sukun/tanwin bertemu ل atau ر, dilebur tanpa dengung.
  • Iqlab Nun sukun/tanwin bertemu ب, bunyi nun berubah menjadi mim disertai dengung.
  • Ikhfa Haqiqi Nun sukun/tanwin bertemu salah satu dari 15 huruf ikhfa, dibaca samar dengan dengung.
  • Izhar Syafawi Mim sukun bertemu huruf selain م dan ب, dibaca jelas di bibir tanpa dengung.
  • Idgham Mimi Mim sukun bertemu م, dilebur menjadi satu mim bertasydid dengan dengung.
  • Ikhfa Syafawi Mim sukun bertemu ب, dibaca samar di bibir dengan dengung.
  • Idgham Mutamatsilain Huruf sukun bertemu huruf yang sama, dilebur menjadi satu huruf bertasydid.
  • Idgham Mutajanisain Huruf sukun bertemu huruf yang sama makhrajnya tetapi beda sifat (mis. ت–ط, د–ت, ذ–ظ, ب–م), dilebur.
  • Idgham Mutaqaribain Huruf sukun bertemu huruf yang makhraj dan sifatnya berdekatan (ل–ر, ق–ك), dilebur.
  • Ghunnah Musyaddadah Nun atau mim bertasydid, dibaca dengan dengung sekitar 2 harakat.
  • Qalqalah Kubra Huruf ق ط ب ج د di akhir bacaan yang disukunkan karena waqaf, pantulannya lebih kuat.
  • Qalqalah Sughra Huruf ق ط ب ج د yang bersukun asli di tengah bacaan, dibaca memantul ringan.
  • Mad Thabi'i Mad asli: huruf mad (ا و ي atau alif kecil) setelah harakat yang sesuai, dipanjangkan 2 harakat.
  • Mad Badal Hamzah bertemu huruf mad (mis. ءَامَنُوا), dipanjangkan 2 harakat.
  • Mad 'Iwadh Fathatain di akhir bacaan saat waqaf, tanwinnya diganti alif sehingga dibaca panjang 2 harakat.
  • Mad Shilah Qashirah Ha dhamir di antara dua huruf berharakat, dipanjangkan 2 harakat (tidak dibaca panjang saat waqaf).
  • Mad Shilah Thawilah Mad shilah yang bertemu hamzah, dipanjangkan 4–5 harakat.
  • Mad Wajib Muttasil Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata, dipanjangkan 4–5 harakat.
  • Mad Jaiz Munfasil Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya, dipanjangkan 2–5 harakat.
  • Mad 'Aridh Lissukun Huruf mad sebelum huruf terakhir yang disukunkan karena waqaf, dipanjangkan 2, 4, atau 6 harakat.
  • Mad Lin Wau/ya sukun setelah fathah sebelum huruf terakhir yang diwaqafkan, dipanjangkan 2, 4, atau 6 harakat.
  • Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal Huruf mad bertemu huruf bertasydid dalam satu kata, dipanjangkan 6 harakat.
  • Mad Lazim Kilmi Mukhaffaf Huruf mad bertemu huruf sukun asli dalam satu kata (mis. ءَآلْـَٰٔنَ), dipanjangkan 6 harakat.
  • Mad Lazim Harfi Huruf muqatta'ah di awal surah (mis. الٓمٓ) yang dibaca panjang 6 harakat.
  • Alif Lam Syamsiyah Lam pada "al-" tidak dibaca karena dilebur ke huruf syamsiyah bertasydid sesudahnya.
  • Alif Lam Qamariyah Lam pada "al-" dibaca jelas karena bertemu huruf qamariyah.
  • Hamzah Washal Hamzah yang dibaca hanya saat memulai bacaan dan gugur saat bacaan disambung.
  • Tidak Dibaca Huruf yang ditulis dalam rasm Utsmani tetapi tidak dilafalkan.
  • Lam Jalalah Tafkhim Lam pada lafaz Allah setelah fathah atau dhammah, dibaca tebal.
  • Lam Jalalah Tarqiq Lam pada lafaz Allah setelah kasrah, dibaca tipis.
  • Ra Tafkhim Ra dibaca tebal: berharakat fathah/dhammah, atau sukun setelah fathah/dhammah, hamzah washal, atau sebelum huruf isti‘la.
  • Ra Tarqiq Ra dibaca tipis: berharakat kasrah, sukun setelah kasrah asli, atau diwaqafkan setelah ya sukun.

Penandaan dihitung otomatis dari kaidah tajwid riwayat Hafs, dengan asumsi waqaf di akhir ayat. Tetap belajar langsung kepada guru untuk pelafalan yang benar.

Audio

Ulang
  1. 1:1
    Juz 1

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

  2. 1:2
    Juz 1

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

  3. 1:3
    Juz 1

    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

    Ar-raḥmānir-raḥīm(i).

    Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

  4. 1:4
    Juz 1

    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

    Māliki yaumid-dīn(i).

    Pemilik hari Pembalasan.

  5. 1:5
    Juz 1

    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

    Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn(u),

    Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

  6. 1:6
    Juz 1

    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

    Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).

    Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

  7. 1:7
    Juz 1

    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

    Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim, gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).

    (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Belum ada yang diputar