Semua surah

المنافقون

63. Al-Munafiqun

Kaum Munafik · Madaniyah · 11 ayat · Juz 28

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pengaturan bacaan

Tampilan

Mushaf
Panduan warna tajwid

Ketuk nama kelompok untuk menampilkan atau menyembunyikan warnanya.

  • Izhar Halqi Nun sukun/tanwin bertemu huruf tenggorokan ء ه ع ح غ خ, dibaca jelas tanpa dengung.
  • Idgham Bighunnah Nun sukun/tanwin bertemu ي ن م و di kata berikutnya, dilebur dengan dengung 2 harakat.
  • Idgham Bilaghunnah Nun sukun/tanwin bertemu ل atau ر, dilebur tanpa dengung.
  • Iqlab Nun sukun/tanwin bertemu ب, bunyi nun berubah menjadi mim disertai dengung.
  • Ikhfa Haqiqi Nun sukun/tanwin bertemu salah satu dari 15 huruf ikhfa, dibaca samar dengan dengung.
  • Izhar Syafawi Mim sukun bertemu huruf selain م dan ب, dibaca jelas di bibir tanpa dengung.
  • Idgham Mimi Mim sukun bertemu م, dilebur menjadi satu mim bertasydid dengan dengung.
  • Ikhfa Syafawi Mim sukun bertemu ب, dibaca samar di bibir dengan dengung.
  • Idgham Mutamatsilain Huruf sukun bertemu huruf yang sama, dilebur menjadi satu huruf bertasydid.
  • Idgham Mutajanisain Huruf sukun bertemu huruf yang sama makhrajnya tetapi beda sifat (mis. ت–ط, د–ت, ذ–ظ, ب–م), dilebur.
  • Idgham Mutaqaribain Huruf sukun bertemu huruf yang makhraj dan sifatnya berdekatan (ل–ر, ق–ك), dilebur.
  • Ghunnah Musyaddadah Nun atau mim bertasydid, dibaca dengan dengung sekitar 2 harakat.
  • Qalqalah Kubra Huruf ق ط ب ج د di akhir bacaan yang disukunkan karena waqaf, pantulannya lebih kuat.
  • Qalqalah Sughra Huruf ق ط ب ج د yang bersukun asli di tengah bacaan, dibaca memantul ringan.
  • Mad Thabi'i Mad asli: huruf mad (ا و ي atau alif kecil) setelah harakat yang sesuai, dipanjangkan 2 harakat.
  • Mad Badal Hamzah bertemu huruf mad (mis. ءَامَنُوا), dipanjangkan 2 harakat.
  • Mad 'Iwadh Fathatain di akhir bacaan saat waqaf, tanwinnya diganti alif sehingga dibaca panjang 2 harakat.
  • Mad Shilah Qashirah Ha dhamir di antara dua huruf berharakat, dipanjangkan 2 harakat (tidak dibaca panjang saat waqaf).
  • Mad Shilah Thawilah Mad shilah yang bertemu hamzah, dipanjangkan 4–5 harakat.
  • Mad Wajib Muttasil Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata, dipanjangkan 4–5 harakat.
  • Mad Jaiz Munfasil Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya, dipanjangkan 2–5 harakat.
  • Mad 'Aridh Lissukun Huruf mad sebelum huruf terakhir yang disukunkan karena waqaf, dipanjangkan 2, 4, atau 6 harakat.
  • Mad Lin Wau/ya sukun setelah fathah sebelum huruf terakhir yang diwaqafkan, dipanjangkan 2, 4, atau 6 harakat.
  • Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal Huruf mad bertemu huruf bertasydid dalam satu kata, dipanjangkan 6 harakat.
  • Mad Lazim Kilmi Mukhaffaf Huruf mad bertemu huruf sukun asli dalam satu kata (mis. ءَآلْـَٰٔنَ), dipanjangkan 6 harakat.
  • Mad Lazim Harfi Huruf muqatta'ah di awal surah (mis. الٓمٓ) yang dibaca panjang 6 harakat.
  • Alif Lam Syamsiyah Lam pada "al-" tidak dibaca karena dilebur ke huruf syamsiyah bertasydid sesudahnya.
  • Alif Lam Qamariyah Lam pada "al-" dibaca jelas karena bertemu huruf qamariyah.
  • Hamzah Washal Hamzah yang dibaca hanya saat memulai bacaan dan gugur saat bacaan disambung.
  • Tidak Dibaca Huruf yang ditulis dalam rasm Utsmani tetapi tidak dilafalkan.
  • Lam Jalalah Tafkhim Lam pada lafaz Allah setelah fathah atau dhammah, dibaca tebal.
  • Lam Jalalah Tarqiq Lam pada lafaz Allah setelah kasrah, dibaca tipis.
  • Ra Tafkhim Ra dibaca tebal: berharakat fathah/dhammah, atau sukun setelah fathah/dhammah, hamzah washal, atau sebelum huruf isti‘la.
  • Ra Tarqiq Ra dibaca tipis: berharakat kasrah, sukun setelah kasrah asli, atau diwaqafkan setelah ya sukun.

Penandaan dihitung otomatis dari kaidah tajwid riwayat Hafs, dengan asumsi waqaf di akhir ayat. Tetap belajar langsung kepada guru untuk pelafalan yang benar.

Audio

Ulang
  1. 63:1
    Juz 28

    اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ

    Iżā jā'akal-munāfiqūna qālū nasyhadu innaka larasūlullāh(i), wallāhu ya‘lamu innaka larasūluh(ū), wallāhu yasyhadu innal-munāfiqīna lakāżibūn(a).

    Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Nabi Muhammad), mereka berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah benar-benar utusan Allah.” Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar utusan-Nya. Allah pun bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar para pendusta.

  2. 63:2
    Juz 28

    اِتَّخَذُوْٓا اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗاِنَّهُمْ سَاۤءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

    Ittakhażū aimānahum junnatan faṣaddū ‘an sabīlillāh(i), innahum sā'a mā kānū ya‘malūn(a).

    Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai lalu mereka menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah. Sesungguhnya apa yang selalu mereka kerjakan itu sangatlah buruk.

  3. 63:3
    Juz 28

    ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا فَطُبِعَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُوْنَ

    Żālika bi'annahum āmanū ṡumma kafarū faṭubi‘a ‘alā qulūbihim fahum lā yafqahūn(a).

    Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian kufur. Maka, hati mereka dikunci sehingga tidak dapat mengerti.

  4. 63:4
    Juz 28

    ۞ وَاِذَا رَاَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ اَجْسَامُهُمْۗ وَاِنْ يَّقُوْلُوْا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۗ كَاَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ ۗيَحْسَبُوْنَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۗ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْۗ قَاتَلَهُمُ اللّٰهُ ۖاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَ

    Wa iżā ra'aitahum tu‘jibuka ajsāmuhum, wa iy yaqūlū tasma‘ liqaulihim, ka'annahum khusyubum musannadah(tun), yaḥsabūna kulla ṣaiḥatin ‘alaihim, humul-‘aduwwu faḥżarhum, qātalahumullāh(u), annā yu'fakūn(a).

    Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?

  5. 63:5
    Juz 28

    وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ لَوَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَرَاَيْتَهُمْ يَصُدُّوْنَ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ

    Wa iżā qīla lahum ta‘ālau yastagfir lakum rasūlullāhi lawwau ru'ūsahum wa ra'aitahum yaṣuddūna wa hum mustakbirūn(a).

    Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (beriman) agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu,” mereka membuang muka dan engkau melihat mereka menolak (ajakan itu) sambil menyombongkan diri.

  6. 63:6
    Juz 28

    سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ اَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ اَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْۗ لَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

    Sawā'un ‘alaihim astagfarta lahum am lam tastagfir lahum, lay yagfirallāhu lahum, innallāha lā yahdil-qaumal-fāsiqīn(a).

    Sama saja bagi mereka apakah engkau (Nabi Muhammad) memohonkan ampunan untuk mereka atau tidak, Allah tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum fasik.

  7. 63:7
    Juz 28

    هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْاۗ وَلِلّٰهِ خَزَاۤىِٕنُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۙ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ

    Humul-lażīna yaqūlūna lā tunfiqū ‘alā man ‘inda rasūlillāhi ḥattā yanfaḍḍū, wa lillāhi khazā'inus-samāwāti wal-arḍ(i), wa lākinnal-munāfiqīna lā yafqahūn(a).

    Merekalah orang-orang yang berkata (kepada kaum Ansar), “Janganlah bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah),” padahal milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengerti.

  8. 63:8
    Juz 28

    يَقُوْلُوْنَ لَىِٕنْ رَّجَعْنَآ اِلَى الْمَدِيْنَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْاَعَزُّ مِنْهَا الْاَذَلَّ ۗوَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُوْلِهٖ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلٰكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ࣖ

    Yaqūlūna la'ir raja‘nā ilal-madīnati layukhrijannal-a‘azzu minhal-ażall(a), wa lillāhil-‘izzatu wa lirasūlihī wa lil-mu'minīna wa lākinnal-munāfiqīna lā ya‘lamūn(a).

    Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (dari perang Bani Mustaliq), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana,” padahal kekuatan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengetahui.

  9. 63:9
    Juz 28

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

    Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tulhikum amwālukum wa lā aulādukum ‘an żikrillāh(i), wa may yaf‘al żālika fa ulā'ika humul-khāsirūn(a).

    Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.

  10. 63:10
    Juz 28

    وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Wa anfiqū mimmā razaqnākum min qabli ay ya'tiya aḥadakumul-mautu fa yaqūla rabbi lau lā akhkhartanī ilā ajalin qarīb(in), fa aṣṣaddaqa wa akum minaṣ-ṣāliḥīn(a).

    Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.”

  11. 63:11
    Juz 28

    وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَاۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ࣖ

    Wa lay yu'akhkhirallāhu nafsan iżā jā'a ajaluhā, wallāhu khabīrum bimā ta‘malūn(a).

    Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Belum ada yang diputar